Tips Touring Vespa Single Rider



Sekedar berbagi tips untuk kawan-kawan penggemar touring vespa. Untuk kali ini saya ingin memberikan sedikit tips tentang touring single rider atau sendirian. Sebenarnya lebih baik jika touring bersama-sama, atau minimal 2 motor. Tapi kadang-kadang ada sebagian orang (termasuk saya) yang suka “berkelana” sendiri. Ini ada sedikit tips persiapan untuk Touring Vespa Single Rider, semoga bermanfaat :

1. Rencanakan Perjalanan Anda

Pertama kita harus merencanakan seperti tujuan, rute, rute alternatif, tempat singgah, jalur penting ( rawan macet, bencana, kejahatan atau razia :D ) . Lengkapilah semua data-data tersebut demi kelancaran perjalanan anda kelak. Jika kita ada kesulitan mendapatkan info tentang jalur / rute luar kota, coba cari contact person club-club vespa yang terdekat dengan jalur atau tujuan kita.

2. Persiapan Kendaraan

Paling sedikit 2 minggu sebelum touring sebaiknya kita servis dulu si semok biar prima di perjalanan. Biasanya ganti oli, cek karbu, cek rem, lampu dll, lebih baik menggunakan settingan standar. Sebaiknya konsultasi dengan mekanik anda, apakah ada onderdil yang sudah tidak layak pakai? Jika ada sebaiknya anda ganti terlebih dahulu, daripada terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di perjalanan. Setelah selesai servis, coba tes untuk jarak tertentu misalnya keliling kota anda sambil momong anak. Kalo ada keluhan segera konsultasikan dan perbaiki.

3. Persiapan Fisik

Siapa bilang persiapan fisik tidak penting? Menurut saya sangat penting sekali, karena posisi kita sekarang adalah touring sendiri (hanya semok yang menemani). Olahraga kecil dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Cobalah jogging 2 hari sekali atau ke tempat pusat kebugaran.

4. Persiapan Administrasi

Seperti mau bikin KTP aja ngurus administrasi? Maksud saya mengurus semua yg berkaitan dengan berkas-berkas, seperti surat-surat kendaraan, SIM, Peta, Contact Person Emergency, Surat Jalan (jika diperlukan), jangan lupa ya bawa duit :D .

5. Persiapan Peralatan

Sudah lazim jika vespa mau touring membawa perlengkapan yang sedikit spesial, ya semua itu demi kelancaran kita di jalan kan…. So gak apa-apa agak banyak yang dibawa.

Peralatan pribadi

Matras + Tenda

Helm, Jaket, Sepatu, Kacamata, Slayer

Pakaian ganti secukupnya

Alat makan, alat solat, alat mandi (alat masak kalo perlu :D )

Kotak P3K

Alat komunikasi (HP, kentongan)


Peralatan Kendaraan

Ban serep (wajib)

Bohlam lampu cadangan

Tali gas & kopling, busi cadangan

Tolkit (pokoknya kunci pas, tang, kunci busi dlll)

Jerigen bensin, tali tambang/webing

Portable Pump (pompa buaya kecil yang biasanya diinjek tuh…)

Bawa tuh baut-baut atau mur cadangan yang rawan terlepas

Semua peralatan tersebut tidak harus dibawa semua jika merepotkan. Sebaiknya kalo touring sih memakai box belakang, agar bisa membawa peralatan yg cukup. Jika tidak punya box, bawa saja yg emergency, kita kan lebih kenal vespa kita, so… kita yang lebh tau dia butuh apa kan.

6. Jangan Lupa Pamitan dan Berdoa

Setelah semua siap berarti kita sudah siap berangkat. Sebelum berangkat jangan lupa pamit ama anak, istri, pacara atau orang tua. InsyaAllah kita selamat sampai tujuan.

Maksud saya selamat sampai tujuan adalah selamat sampai rumah kita kembali. Perlu diingat tujuan utama kita adalah kembali kerumah dengan selamat. Jika kita atau vespa kita sudah tidak memungkinkan mencapai tujuan touring kita sebaiknya kita kembali ke rumah. Lain waktu kita masih bisa mengulanginya kan? Sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri, menurut saya hasilnya akan kurang maksimal dan terkadang mengecewakan. (saya pernah koq :D ).

Oke Bro…. semoga bermanfaat ya…..
Dikopi dari : Indonesia Scooter
sumber : eko banana
Fhoto : Febriyeldi

Vespa LX50



Seperti bisa diduga dari angka di belakang namanya, LX50 ini menggunakan mesin berkapasitas 50cc jadi jangan terlalu berharap bisa ngebut dengan motor skuter ini.
Mesin mungil ini mampu menghasilkan daya sebesar 3,3 daya kuda dengan torsi sebesar 2, 4 ftlbs.
Situs resminya mencantumkan 63km per jam sebagai kecepatan maksimum yang mampu digapai skuter ini dan itu tak terlalu mengejutkan mengingat kapasitas mesin yang terpasang.



Sebenarnya ada penyebab utama yang membuat kecepatan maksimum LX50 ini tak bisa lebih dari 63km per jam. Bobot skuter yang satu ini tergolong berat. Penggunaan chassis monocoque-style ala Vespa membuat skuter yang satu ini memiliki bobot sekitar 102kg. Ini artinya LX50 ini lebih berat sekitar 30kg dibanding dengan kebanyakan skuter lain yang sekelas. Masalah bobot ini juga menimbulkan sedikit masalah dengan manuver yang jadi sedikit kurang lincah.

Tapi tentu saja ada keuntungan yang didapat meski konsekuensinya motor jadi sedikit lambat. Jok LX50 ini termasuk cukup lapang dan tak akan terasa mengganggu meski digunakan berboncengan. Selain itu, pelindung kaki juga cukup lebar untuk melindungi dari terpaan angin atau percikan air di saat jalan becek. Ditambah lagi dengan ruang bagasi di bawah jok yang cukup lapang, konsumsi bahan bakarnya yang hemat. Untuk satu liter bahan bakar, LX50 ini sanggup menempuh jarak hingga 42km. Dengan kapasitas tangki bahan bakar yang mampu menampung 8 liter lebih, tidak perlu memikirkan pengisian bahan bakar lagi sampai menempuh jarak 300km lebih.


SPESIFIKASI:
lima warna pilihan termasuk merah, abu-abu, biru dan kuning.
Engine type : Two-stroke, air-cooled single, CVT transmission
Engine size : 49cc
Max power : 3.1 kW at 8,750 rpm
Max torque : 3.5 Nm at 6,500 rpm
Max speed : 39 mph (62 km/h)
Fuel/Tank capacity : 8.6 liters
Gas Mileage : 70-80 mpg
Seat height : 775 mm
Dry weight : 102 kg
Length : 1,755 mm
Width : 740 mm
Wheelbase : 1,280 mm

Official Site : www.vespausa.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
coompax-digital magazine